Belajar dan Terus Belajar Demi Mencapai Cita-cita

Minggu, 03 Oktober 2010

Makna Peringatan Hari Kemerdekaan

 
Melalui peringatan hari kemerdekaan, kita juga diajak untuk mengingat kembali akan jasa-jasa para pahlawan bangsa kita. Karena atas pengorbanan mereka lah negara kita Republik Indonesia bisa meraih kemerdekaannya. Negara Yang Maju adalah Negara Yang Tidak Melupakan Jasa-jasa Para Pahlawannya.
Usia 64 tahun bukanlah usia yang muda lagi bagi sebuah negara merdeka dalam mengisi kemerdekaannya tersebut. Namun apa yang telah bangsa kita capai di usia kemerdekaannya yang ke 64 tahun, masih jauh dari harapan. Kemiskinan, kebodohan, dan ketidak adilan masih menjadi PR besar bangsa kita.
Namun kita harus tetap optimis untuk membangun bangsa Indoensia menjadi bangsa dan negara yang besar dan disegani. Dengan semangat persatuan (gotong royong) dan kerja keras, kita pasti bisa mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan cerdas, sesuai amanat pembukaan UUD 45. Bangsa kita harus terlepas dari berbagai macam bentuk tekanan asing.
Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 64. Majulah bangsaku majulah Indonesiaku.
Merdekaaa… Merdekaaa… Merdekaaa…!!!!
Kita tak inginkan akhirnya harus terjerat, terjerat dalam langkah sesat dan membabi buta. Terperangkap dalam hedonisme atau dalam kepura-puraan dengan meninggalkan jati diri kita sebenarnya. Indonesia melalui 64 tahun melangkah hingga menjadi suatu bangsa yang diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. Akankah Indonesia harus berputus asa karena tak sanggup melangkah?? Jawabannya TIDAK !! Kenapa?? Karena masih banyak generasi bangsa yang hidup untuk Indonesia selanjutnya, masih banyak pemuda yang peka dan melihat kondisi Indonesia selanjutnya, dan intinya masih banyak yang optimis akan kemajuan Indonesia selanjutnya. Dan jawabannya ada ditangan PEMUDA INDONESIA.
Walaupun kita bukan pemimpin bangsa, bukan bergelut di pemerintahan, tapi kita punya andil, wahai pemuda, kita punya hak dan kewajiban untuk memajukan Indonesia. Kita harus berpikir bagaimana kondisi bangsa ini 10 tahun ke depan? Apakah polusi masih menutupi udara-udara di Indonesia, seperti dalam pemerintahan kita, koruptor terus merajalela ditengah-tengah kaum miskin dan melarat di daratan Indonesia. Apakah pendidikan untuk generasi penerus terus terabaikan dan kita dimanjakan oleh hedonisme yang tak berotak. Jika semua ini masih terus berlanjut hingga saat ini, betapa sakit luka hati ibu pertiwi.
Masih maukah kalian menjunjung nama kemerdekaan?? Agar maknanya tetap terjaga dan tak hanya diucapkan lalu dibuang sia-sia. Masih ada waktu kawan, masih ada cela buat kita menutup lubang-lubang kemusnahan bangsa hingga tak lagi bercelah.
Kawan, mulai saat ini tunjukkan kepekaan kita semua terhadap masalah bangsa ini. Mungkin kita tak dapat ikut campur secara langsung, tetapi usaha kita di bidang lain dapat membantu bangsa ini keluar dari krisis yang mencekam.
Pertama, kita dapat memulai dari diri kita sendiri. Usahakan untuk peduli dengan sekitar kita dan cepat tanggap. Misalnya, gunakan lampu saat dibutuhkan, minimalisasi penggunaan AC dan listrik, minimalisasi penggunaan kertas (kita bisa menggunakan kertas bolak balik agar lebih efisien), minimalisasi penggunaan air (air penting bagi kehidupan! Jangan sepelekan hal ini, karena jika air menipis akan membahayakan kehidupan kita). Jika hal ini kita jalankan secara efetif, niscaya kita secara tidak langsung menyelematkan bumi kita. Apapun jika berdasarkan dari kesadaran sendiri akan lebih terlihat nyata peran kita.
Kedua, tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Bagaimana caranya?? Padahal kita cuman seorang siswa, mahasiswa, atau pekerja. Kita tidak perlu ber-demonstrasi di depan gedung DPR lalu beradu argumen dengan para polisi hingga akhirnya kita harus beradu otot demi mendapatkan hak kita. Banyak cara lain yang lebih terhormat dan cerdas yang dapat kita lakukan. Bila kita sebagai mahasiswa, kita bisa mendirikan ’Rumbel’ atau rumah belajar bagi anak-anak tidak mampu atau anak-anak jalanan. Kita bisa mengajari mereka ilmu pengetahuan, supaya mereka tidak gampang tertipu dan termakan omongan orang. Secara tidak langsung kita bisa mengubah pola pikir mereka betapa penting pendidikan itu dan bagaimana mengoptimalkan agar berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, industri kreatif! Negara manapun pasti pernah mengalami krisis ekonomi. Dan salah penopang perekonomian bangsa salah satunya adalah usaha kecil menengah yang istilah kerennya industri kreatif. Kita sebagai anak muda bisa memulai menjadi seorang entrepreuner sehingga kita tidak hanya mengandalkan pemerintah hanya sebagai pegawai negeri tetapi kita bisa mendapat penghasilan sendiri dan mencetak lapangan pekerjaan.
Ini hanya secuil pemikiran untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Mari kawan-kawan, kita bangun Indonesia hingga meraih masa kejayaan sejati. Belajar untuk menjadi lebih baik, dapat kita mulai dari diri sendiri mulai dari membuang sampah pada tempatnya. Hmm.. hal ini kedengaran klise, tetapi dengan kita membuang sampah pada tempatnya kita bisa mengurangi polusi udara. Kita juga bisa menorehkan prestasi sesuai dengan bakat dan minat kita. Mari kita songsong Indonesia dengan penuh optimisme, kreativitas, dan action! Hidup Indonesia! Merdeka!!! Jangan biarkan Ibu Pertiwi menangis lagi, kawan!!
Lebih dari setengah abad Indonesia berdiri dengan kokoh walaupun banyak guncangan dasyat silih berganti tetapi kibaran bendera tetap membara di udara.
IBU PERTIWI

   Ibu Pertiwi…
Jika angin tak lagi berhembus
Jika api tak lagi membara
Jika ar tak lagi mengalir
Jika tanah tak lagi membongkah
Apa kita masih dapat berkata?
Tentang hasrat dan milik
Tentang jiwa dan rasa
Tentang dunia yang dipijak nestapa
Tentang duka menyelimuti langkah
Ibu Petiwi…
Masih adakah celah?
Untuk menyimpan gelisah
Untuk menyembunyikan langkah
Tidak, Bu!
Meskipun celah berongga
Dada kita tetap menganga
Meskipun jari tersembunyi
Mata dan telinga tetap terjaga
Ingatlah…
Wahai Ibu Pertiwi
Kami..,
Putra putri bangsa akan melangkah
Dalam langkah satu dan satu
Bukan melompat
Setelah itu kami terjerat!

Tidak ada komentar:

Pengikut